Kehidupan remaja adalah kehidupan yang menyenangkan,dimana canda tawa sering merombak meramaikan suasana.Sekarang anda lihat dengan suasana sekolah negeri maupun swasta yang banyak tersebar di berbagai pelosok kota maupun desa.Apakah yang mereka lakukan didalam kalangan sekolah.Banyak diantara sekolah-sekolah yang tidak menyadari akan keterpurukan sebuah pemahaman yang telah dibuat mengikuti kurikulum nasional.Memang jika di omong aja tidak mungkin kelar,masalahnya kurikulum sudah tercantum pekat pada jiwa badan penentu kurikulum dasar sekolah.Pendidikan yang amburadul terasa tidak asing di mata kita.Kebanyakan siswa hanya memperdulikan waktu sekolahnya saja,bahkan terkadang hanya untuk mengisi waktu luang saja.Pemikiran yang matang bisa jadi terabaikan oleh remeja-remaja saat ini.Ditambah lagi kehidupan remeja adalah masa yang paling menyenangkan dan paling nikmat,dasarnya masa remaja adalah jembatan menuju masa dewasa.Mana kala tersadar mungkin hanya opini dan buah karangan yang tak tersirat.
Kesadaran yang perlu harus segera dilakuakn demi mengubah pemikiran dan membebaskan kaum islam maupun penduduk di bumi menjadi hamba tuhan yang sempurna.Sebuah perilaku juga mempengaruhi jiwa lingkungannya.Apa pun yang sudah di pandang baik akan selamanya dipandang baik.Seperti contoh merokok,Baikah merokok itu?Nampak aneh bukan jika merokok dapat menyebabkan orang menjadi sehat,meskipun hanya sehat rohani saja.Kita sudah sepantasnya menyadari pemikiran yang hanya membubut belakang dengan kebudayaan barat.Terlebih kebiasaan kebudayaan barat selalu merenggut pada kehancuran.Tak usah dipungkiri.Anda boleh saja mengambil beberapa contoh kebudaaan yang selalu menuju pada kesenangan.Itu yang berdampak pada berbagai sifat yang identik pada remaja."Kesenangan".
Biasanya remaja banyak menikmati waktunya dengan menggerakkan jari-jemari(sms-an)yang biasanya juga mengahabiskan uang karena harus mengisi pulsa pada telpon selulernya.Komunikasi boleh saja namun kita harus menyadari seberapa penting komikasi itu digunakan
Senin, 01 Juni 2009
Senin, 18 Mei 2009
Makna SHALAT
Makna Shalat Khusyuk
(ika ) Mengapa banyak orang yang rajin shalat masih tetap korupsi? Mengapa banyak orang yang gemar shalat masih suka melakukan kemaksiatan? Mengapa banyak orang yang terbiasa shalat tapi sakit-sakitan? Bila hal itu ditanyakan kepada Ustadz Ansufri Idrus Sambo, niscaya ia akan menjawab, ”Sebab shalat orang itu belum khusyuk.” Menurut lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara, 20 November 1970, kekhusyukan dalam shalat merupakan kunci agar shalat itu benar-benar membekas seperti penegasan Allah dalam Alquran, ”Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.”
Lalu, mengapa banyak orang yang belum khusyuk shalatnya? Hal itu, kata alumnus Jurusan Matematika, FMIPA Institut Pertanian Bogor itu, karena mereka belum memahami tatacara shalat yang khusyuk. ”Betapa banyak orang yang setiap hari mengerjakan shalat, namun mereka tidak mengetahui cara mencapai shalat yang khusyu,” ujarnya.
Hal itu pun pernah dialami oleh lelaki yang pernah nyantri di Pesantren Ulul Albab, Bogor itu. Bertahun-tahun ia mencoba memahami arti khusyuk dan mencari cara untuk menggapai shalat yang khusyu’. Namun ia tidak juga menemukannya. ”Saya bertanya kepada banyak ustadz. Namun jawaban yang saya peroleh tidak memuaskan saya. Karena itu saya terus mencarinya,” papar ayah empat anak itu.
Lelaki yang akrab dipanggil Ustadz Sambo itu melakukan berbagai cara untuk mencari dan menemukan makna khusyu’ dalam shalat. Selain bertanya kepada para ustadz, ia pun rajin membaca berbagai macam buku. Cara lainnya yang rutin ia lakukan adalah melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. Ia melakukannya di Masjid Ulul Albab, setiap tahun sejak tahun 1993.
Ketika tahun 1999 ia berkesempatan menunaikan umrah Ramadhan, maka ia pun memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan i’tikaf. ”Setelah mencari selama 13 tahun, Alhamdulillah, akhirnya pada tahun 2005, sewaktu iktikaf Ramadhan, saya menemukan makna dan cara menggapai khusyuk dalam shalat,” kata lelaki yang pernah belajar Ilmu Bahasa Arab dan Ilmu Tafsir selama satu tahun di Jordan.
Selama ini, kata lelaki yang tengah menyelesaikan program magister di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, khusyuk itu terlalu abstrak, padahal sebetulnya tidak. Nabi sewaktu jadi imam, mendengar anak menangis. Lain waktu, ia shalat sambil menggendong cucunya. ”Khusyuk itu adalah kenikmatan berdialog dengan Tuhan. Jadi, bukan berarti tidak ingat apa-apa, tapi hal-hal lain kalah dengan nikmat dialog itu,” tegasnya.
Sambo lalu memberikan rahasia singkat cara mencapai shalat khusyuk. Misalnya, tidak terburu-buru, tidak dalam keadaan perut lapar, tidak menahan buang angin ataupun buang air kecil, mengenakan pakaian terbaik, matikan ponsel, serta memahami bacaan shalat. Selain itu, bacaan shalat hendaknya perlahan-lahan, jangan terburu-buru. ”Lakukanlah shalat dengan bacaan yang menghiba, memelas, merintih kepada Allah. Sebab, Nabi mengatakan, ‘Allah senang mendengarkan hamba-Nya merintih’,” papar Sambo.
Setelah shalat ditunaikan dengan sebaik-baiknya, maka shalat itu harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni meninggalkan maksiat. ”Inilah salah satu hikmah terpenting shalat,” tuturnya.
Di tengah kesibukannya sebagai juru dakwah, ustadz yang hobi bulutangkis itu telah memformulasikan langkah praktis yang teruji untuk mencapai kekhusyukan dalam melaksanakan shalat, yang dikenal luas dengan nama Manajemen Sholat menuju Khusyu’ dan Nikmat (MSKN). ”Insya Allah formula ini apabila diamalkan dengan benar dapat membangkitkan kesehatan dan kekuatan diri, dan pada akhirnya dapat memperoleh kesuksesan hidup dunia dan akhirat,” paparnya.
Ia telah memberikan pelatihan manajemen shalat khusyuk kepada ribuan orang. Baik karyawan perusahaan-perusahaan besar maupun jamaah majelis ta’lim. ”Kami tengah menyiapkan acara gerakan nasional shalat untuk menyelamatkan bangsa, yang insya Allah akan digelar pada Mei 2007,” ujarnya.
Dengan memadukan logika matematika dan pemahaman terhadap dalil (Alquran dan hadis), Sambo mengembangkan berbagai program yang sampai sekarang terus digelutinya. Ia misalnya, membuat model pemberdayaan masyarakat miskin secara terpadu melalui Yayasan HILAL yang dipimpinnya. Selain itu juga mengembangkan metode yang disebutnya “Buraq”, sebuah cara praktis untuk menterjemahkan Alquran secara mudah sistem 16 jam).
Senin, 06 April 2009
Kita Pantas Bersyukur.........
Ketika kita menyadiari bahwa dunia ini mempunyai beberapa keindahan yang sangat kompleks jika kita renungkan satu per satu.Beragam ayat-ayat penjelasan tentang kehidupan dan tata cara alam semesta terpampang jelas di wajah kaum muslimin yang menyadari.Perlu kita evaluasi kembali dengan hati kita bagaimana selaras hidup dengan beragam kajaiban serta benda-benda alam yang menjadi tarian pesona.
Semua orang mengerti tentang bahwa dunia mempunyai beberapa kespecifikan dalam keindahan tertentu.Seperti pada para peneliti rasi bintang,kemudian peneliti planet-planet serta benda-benda alam lainnya.Sebuah bentang alam menjadi suatu daya tarik yang sangat luar biasa untuk dipahami.Sekarang kita harus mencermati mengapa dunia tercipta begitu indah dan semuanya diperuntukkan untuk para manusia di bumi
Firman Allah yang berarti:
"Dan sesungguhnya tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia,Maha Suci Engkau,maka peliharalah kami dari api neraka"
Semua bentang alam yang indah,dari beragam struktur-struktur yang di buat sedemikian rupa merupakan anugerah yang diberikan kepada umat manusia sebagai khalifah.Namun bisakah manusia itu menjaga keindahan serta rahmat yang banyak diberi pada setiap detiknya?Pernahkah manusia berfikir untuk menjaga keindahan alam serta segala isi alam semesta.
Kita mengetahui bahwa meteor adalah suatu rahmat yang indah pula.Dari warnanya yang kemerahan serta kehitaman di bagian tengahnya.Begagam bentuk dan pampangan meteor berbeda dari satu dengan yang lainnya.Bagaimana itu semua terjadi?Bukankah semua itu benar-benar rahmat?Kita hanya melihatnya kemudian melupakan rahmat Allah yang sangat besar itu.Pantaskah kita sebagai umat muslim terus saja mengabaikan rasa syukur yang terus mengalir.
Para muslimin dan muslimah....Mulailah kita mengambil tindak kita akan tersadar bahwa rahmat-Nya tidak akan pernah habis........
Senin, 09 Februari 2009
ISLAM MENGATUR DUNIA
Hukuman cambuk ini memang bukan sekadar menyiksa pelaku. Lebih dari itu, hukum cambuk bertujuan agar pelaku malu dan tidak mengulangi perbuatannya. Hukuman cambuk ini tidak hanya kepada pelaku laki-laki, tapi juga pasangannya yang melakukan zina. Itu bagi pelaku yang masih bujang dan gadis. Bagi pasangan yang sudah berkeluarga lalu kedapatan berselingkuh, hukumannya, mereka dianggap sudah meninggal.
Langganan:
Postingan (Atom)
